Mosaic Rile

Friday, August 14, 2015

EECP - Enhanced External CounterPulsation

A safe & effective treatment for angina and heart failure

EECP is a non-invasive out-patient treatment to help many people with angina and heart failure, including when the disabling symptoms of angina are uncontrolled or worsening despite maximal medical and surgical intervention.

Clinical Trials show that approximately 80% of angina patients experience significant symptom relief after EECP that may last up to three years.

What benefits occur after EECP?

Clinical Studies show that people notice:

Reduced frequency or complete elimination of angina symptoms.
Better ability to exercise free from chest pain and breathlessness.
Decrease in need for anti-angina nitrate medication

Clinical tests show:

Decreased exercise-induced signs of angina on ECG (prolonged time to ST depression on exercise stress testing)
Increased blood supply to heart muscle , demonstrated by myocardial perfusion scan techniques before and after EECP (Technetium scan, Cardiovascular MRI, stress ECHO)

How do people feel after EECP treatment?

Patients often report a greatly improved ability to participate in activities of daily living, such as the ability to walk further, carry heavier objects, enjoy gardening and leisure activities and be more active and independent without having angina and breathlessness.

We aim to set goals with our patients at the start of the treatment process, and find that EECP is most effective if the increase in exercise ability gained after treatment is maximised through continued regular exercise, activity and ongoing cardiac rehabilitation.

IS EECP SAFE?


  • EECP is an extremely safe and well tolerated treatment
  • Occasionally patients experience minor skin irritation due to the rubbing from the cuffs, but this is rarely a problem with padding and use of emollient cream between treatments
  • At our clinic, all patients are assessed by a Consultant Cardiologist to ensure their suitability for EECP
  • A fully qualified senior nurse is present throughout treatment with a supervisory doctor on site

Is EECP suitable for my condition?

You may be a candidate for EECP if you:

  • Have chronic stable angina or diagnosed heart failure.
  • Are not receiving adequate relief from angina by taking medication.
  • Do not qualify as a candidate for invasive procedures.
  • Have exhausted invasive treatments without lasting relief of symptoms.
  • Are unwilling to undergo surgery or angioplasty.
  • Want to explore alternatives to bypass surgery or angioplasty.


Does EECP offer new hope?

For patients who have undergone multiple invasive procedures and for whom addition surgery carries excessive risk, EECP may be the only way to obtain relief form severe angina or heart failure symptoms.

There is an increasing trend internationally for patients who have significant risk factors such as obesity, strong family history of heart disease, high cholesterol, diabetes, smoking and high blood pressure to undergo self-funded EECP treatment on a prophylactic basis  (i.e. before the onset of angina or heart problems).

Please contact us or speak to your doctor if you are unsure if EECP may be suitable for your condition. Suitability for EECP treatment must be decided by a qualified physician.


What does it feel like to have EECP?

  • The cuffs around the legs inflate and deflate in time with your heart beat. The cuff sensation is similar to having your blood pressure taken by your doctor or practice nurse, similar to a firm massage but should not be painful.
  • Many people listen to music or audiotapes, others just relax or enjoy talking to our fully qualified nurses who stay with our patients throughout the course of the treatment.
  • If you wish to speak to a patient who has had EECP therapy then this can be arranged by the clinic. All our patients have the opportunity to see the EECP bed before decisions regarding treatment.
  • The treatment is carried out in our comfortable and well-equipped clinics with one-to one nursing support throughout and  supervisory doctors on the clinic site.
  • We ensure our clinics have the highest level of privacy, courtesy and confidentiality.

How should I prepare for EECP treatment?

We recommend that for your comfort that you do not have a large meal or lots of caffeine and fluids within two hours of starting treatment.

We can easily interrupt treatment for a toilet break but it is best if possible to have a continuous treatment session of one hour.

We will provide you with a pair of tight thin trousers to minimise any rubbing from the cuffs and recommend that you moisturise your legs between treatments. You may wish to put these on at home under your clothing or use our private changing area.

Step by step guide to the treatment


  1. During treatment three ECG stickers are placed on the chest to measure the heart’s contraction and relaxation (systole and diastole).
  2. The patient rests on a bed and has blood pressure cuffs placed around the calf, thigh and buttock area over thin clothing.
  3. At the exact moment of diastole or heart relaxation, the blood pressure cuffs inflate starting from the calf sequentially up to the buttocks which causes a counter pulsation of blood.
  4. The cuffs then rapidly relax and deflate in time for the hearts contraction phase. This feels like a firm massage in time with your heart beat.
  5. Unlike bypass surgery or angioplasty there is no need for any overnight stay in hospital. The patient attends for a total of 35 hours treatment on the EECP bed. This is usually completed in one hour treatment sessions per day, but can be increased to two hours per day with a short break between the first and second hour.
  6. On this regime, the treatment cycle can be completed in four weeks - otherwise the treatment duration is seven weeks.

Please see www.eecp.co.uk for a more detailed review of EECP and evidence base.

EECP is availabe In Indonesia at:
- Rumah Sakit Gading Pluit : Jl. Boulevard Timur Raya, Kelapa Gading - Jakarta ( Tel 021- 452 1001 , 452 0201)

Asuransi Terbaik di Indonesia - Prudential Indonesia
"Always Listening. Always Understanding."
Informasi lebih lanjut hubungi Konsultan Keuangan kami :
Rico A.T
  • BBM : 755E66B0
  • LINE : ricoleon
  • WA : 085266617000
Johana M.S
  • BBM : 745BA50E
  • LINE : hannalysa
  • WA : 089699985512

Saturday, August 1, 2015

6 Cara Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Baru

Sebagai pasangan yang baru menikah tentunya ada hal yang baru yang perlu Anda sesuaikan dengan pasangan. Salah satunya adalah terkait pengelolaan keuangan.

Banyak pasangan baru akan merasa bingung ketika berbicara dan mengatur keuangan pasca pernikahan mereka. Karena tidak lagi hidup masing-masing, setiap pasangan akan bertanggung jawab kepada pasangannya. Berikut langkah-langkah menyusun keuangan keluarga untuk pasangan baru seperti dipaparkan Perencana Keuangan ZAP Finance Jayadin R Binaardi seperti dikutip dari situs resminya:

1. Anggaran Baru Bersama

Langkah pertama adalah membuat anggaran baru bersama, jika sebelum menikah memiliki pemasukan dan pengeluaran masing-masing, maka setelah menikah akan memiliki pemasukan dan pengeluaran bersama. Diskusikan siapa saja yang menjadi sumber pemasukan dan berapa besar pengeluaran bersama dalam satu bulan.

2. Utang

6 Cara Mengelola Keuangan Bagi Pasangan Baru

Sebagai pasangan yang baru menikah tentunya ada hal yang baru yang perlu Anda sesuaikan dengan pasangan. Salah satunya adalah terkait pengelolaan keuangan.

Banyak pasangan baru akan merasa bingung ketika berbicara dan mengatur keuangan pasca pernikahan mereka. Karena tidak lagi hidup masing-masing, setiap pasangan akan bertanggung jawab kepada pasangannya. Berikut langkah-langkah menyusun keuangan keluarga untuk pasangan baru seperti dipaparkan Perencana Keuangan ZAP Finance Jayadin R Binaardi seperti dikutip dari situs resminya:

1. Anggaran Baru Bersama

Langkah pertama adalah membuat anggaran baru bersama, jika sebelum menikah memiliki pemasukan dan pengeluaran masing-masing, maka setelah menikah akan memiliki pemasukan dan pengeluaran bersama. Diskusikan siapa saja yang menjadi sumber pemasukan dan berapa besar pengeluaran bersama dalam satu bulan.

2. Utang

Thursday, July 30, 2015

Adakah Asuransi Tambahan yang Diperlukan Selain Asuransi Jiwa

Ketika berbicara tentang asuransi, seakan-akan topik dan materi tulisan tidak pernah habis. Mengapa demikian?

Hal ini dikarenakan pada praktiknya di lapangan sering sekali orang banyak salah kaprah, alias mis-komunikasi dan salah penjelasan atau salah menerima penjelasan, salah mengerti dari sebuah penjelasan, yang kemudian berakibat fatal yaitu salah dalam membeli asuransi.

Salah satu kesalahan yang paling banyak dilakukan oleh masyarakat ketika membeli asuransi adalah membeli asuransi tambahan, atau dikenal dengan istilah riders.

Sudah banyak yang salah beli di asuransi dasarnya, ditambah salah beli di asuransi tambahan yang belum tentu diperlukan, akibatnya kita hanya membuang-buang uang saja.

Oleh sebab itu pelajari asuransi tambahan-tambahan tersebut agar tidak salah beli dan beli sesuai dengan kebutuhan Anda. Ada banyak sekali jenis asuransi tambahan, kita akan membahas beberapa di antaranya yang paling sering dijual yang belum tentu anda butuhkan

Waiver Premium
Asuransi tambahan ini yang paling sering ditambahkan pada polis Anda. Coba cek polis Anda sekarang, kemungkinan besar Anda akan punya rider ini.

Setiap perusahaan asuransi mempunyai definisi yang berbeda-beda, akan tetapi maksud dan tujuannya hampir sama. Nah, yang dimaksud dari Waiver Premium ini adalah asuransi Pembebasan Premi karena ketidakmampuan total.

Harus dibaca lagi definisi tentang ketidakmampuan total itu seperti apa. Apakah disebabkan oleh penyakit saja ataukah disebabkan oleh cidera saja? Atau boleh disebabkan oleh keduanya.

Intinya, asuransi ini sebenarnya mengasuransikan premi yang Anda bayarkan, sehingga apabila Anda tidak mampu membayar, maka perusahaan asuransilah yang akan meneruskan membayarkan premi.

Yang harus diperhatikan di sini adalah, apakah ada masa tunggunya terlebih dahulu sebelum Anda bisa klaim dan premi Anda dibayarkan oleh perusahaan asuransi.

Biasanya Anda harus tidak mampu membayar minimum 6 (enam) bulan terlebih dahulu (tiap polis berbeda-beda), sebelum bisa klaim rider ini. Karena biaya premi dari asuransi ini yang relatif kecil, banyak orang tanpa sadar menambahkan saja, padahal belum tentu Anda bisa melakukan klaimnya.

Payor Benefit

Tuesday, July 28, 2015

Asuransi Apa yang Sebaiknya dimiliki ?

Dalam konsep Perencanaan Keuangan, asuransi adalah salah satu pilar utama yang harus dimiliki oleh semua orang. Sayangnya justru banyak ditemui orang salah dalam membeli asuransi. Seharusnya asuransi yang dibutuhkan malah tidak dibeli, kebalikannya asuransi yang tidak dibutuhkan malah dibeli.

Hal ini sering terjadi karena ketidak tahuan kita sebagai konsumen dan pasrah saja 'dibujuk' beli asuransi oleh para penjual dan agen asuransi. Padahal kesalahan membeli produk keuangan sedikit banyak sangat mempengaruhi keuangan seseorang dan sebuah keluarga, apalagi bila dana yang mereka bisa belikan sangat terbatas.

Selama ini orang hanya terpaku pada Asuransi Kesehatan dan Asuransi Jiwa saja. Padahal produk asuransi di luar sana jumlahnya lebih banyak lagi. Kalau asuransi kesehatan dan asuransi jiwa saja sudah banyak yang salah beli, lalu bagaimana dengan asuransi lain? Jadi sebenarnya untuk perorangan dan keluarga asuransi apa saja sih yang wajib dimiliki untuk orang Indonesia? Kenapa kita berpatokan orang Indonesia, karena banyak juga asuransi lain yang dibutuhkan di luar negeri tapi belum tentu di Indonesia. Atau, bisa jadi anda merasa butuh asuransinya akan tetapi produknya belum ada di Indonesia. Apa saja itu? Mari kita bahas bersama.

1. Asuransi Kesehatan
Sakit itu mahal. Yes, sudah banyak orang yang mengalami hal ini secara langsung. Biaya berobat di Indonesia semakin lama semakin mahal. Bahkan dalam beberapa kasus lebih mahal dibandingkan berobat ke luar negeri seperti negara tetangga. Banyak rumah sakit yang mengenakan biaya berobat yang tinggi, baik untuk rawat jalan maupun rawat inap.

Para pekerja kantoran kemungkinan besar sudah mendapatkan proteksi asuransi kesehatan dari kantornya. Pertanyaanya adalah apakah proteksi tersebut mencukupi? Apakah proteksi juga melindungi pasangan dan anak? Dari mana anda tahu bahwa proteksi tersebut mencukupi atau tidak? Dan kalau tidak mencukupi bagaimana cara kita menutupi kekurangannya? Itu adalah pertanyaan-pertanyaan yang harus kita tanyakan kepada diri sendiri dalam menentukan asuransi kesehatan kita.

Perencana Keuangan seperti saya bisa membantu menghitung kebutuhan anda, akan tetapi dibutuhkan informasi tambahan seperti asuransi yang sudah dimiliki, kondisi keuangan, kondisi keluarga, sejarah kesehatan keluarga, dan lain sebagainya.

Hal ini dimaksudkan agar produk asuransi yang dibeli sesuai dengan kebutuhan serta tidak salah beli.